SOLUSI HENTIKAN PENYAKIT MENTAL ROMANTICIZING
Kalau kemarin (eh udah lama sih) dunia perfilman dihebohkan dengan “Dua Garis Biru”, dunia media sosial juga rawan mengundang sensitivitas, yaitu mengenai “Centang Dua Biru”. Yhaa betul, kita sedang membicarakan WhatsApp, media sosial yang menyediakan fasilitas menyalakan atau mematikan centang dua biru.
🗨️ “Ih kenapa sih centang birunya dimatiin?”
“Udah dibaca belum ya? Kok ngga dibalas?”
Pernah ngerasain yang kayak gitu?
🧐 Saat kita mengamati akun WhatsApp teman kita yang tidak mengaktifkan centang biru—atau pemberitahuan telah membaca pesan, ada dua respon yang biasanya muncul. Pertama, orang yang menanggapinya secara biasa saja. Kedua, orang yang sewot dan merasa kesal hingga badmood sendiri.
Beberapa opini yang berseliweran mengenai kenonaktifan centang biru di WhatsApp menilai bahwa orang yang melakukan hal yang demikian sengaja ingin menggantung harapan alias memphp orang lain.
Sebagai orang yang mengaktifkan centang biru WhatsApp, saya jadi penasaran benarkah opini yang berseliweran itu?
Kira-kira apa sih alasan orang mematikan centang biru WhatsApp
Ada Beragam alasan yang diberikan seperti :
• Beralasan Pesan Tertimbun Padahal Memang Sengaja Mengabaikan chat yang kita kirimkan , dikutip dari "
Terminal Mojok platform User Generated Content (UGC) : https://mojok.co/terminal/penelitian-saya-tentang-alasan-kenapa-orang-mematikan-centang-biru-whatsapp-mereka/amp/
Biar nggak sekadar asumsi belaka, saya jadinya berusaha tabayyun dengan menanyakan langsung perihal masalah ini kepada teman-teman saya yang mematikan centang biru mereka.
Ternyata jawabannya cukup bervariasi dan menarikk. Berikut di antaranya:
(1)TAKUT KECEWA
Sebenarnya justru karena seseorang tersebut takut kecewa maka ia mematikan notifikasi centang birunya. Ia ingin terlebih dahulu melindungi perasaannya sendiri dari harapan dibalasnya pesan, atau dilihatnya status oleh pihak-pihak yang ia inginkan. Karena ia sedang membangun kesehatan jiwanya sendiri maka ia memilih “bersembunyi”. Begitulah, sebenarnya ia juga punya perasaan ingin tahu siapa saja yang sudah membaca pesannya dan statusnya. Tapi, keinginan untuk melindungi perasaannya sendiri untuk menjaga kesehatan mental jauh lebih besar.
(2) TIDAK INGIN MENGECEWAKAN
Orang-orang dengan alasan kedua ini ingin mengungkapkan perasaan “sayang”nya kepada orang lain dengan wujud menonaktifkan centang biru. Dia tidak ingin orang lain terlalu berharap kepada dirinya, bahwa selalu memantau statusmu bukan berarti dia layak kau harapkan, hiks.. sehingga ia memilih bersembunyi saja.
Ya mungkin juga walaupun pantas kau harapkan, kalau ujungnya tidak sesuai keinginan, nanti malah mengecewakan. Bahwa, kesibukannya mungkin saja membuat banyak orang menunggunya membalas setiap private message yang datang padahal sudah di-read. Karena kita juga tidak tau apa yang sedang ia prioritaskan sehingga hanya bisa membalas pesan dengan jumlah yang terbatas. Mungkin saja di luar sana ada kebaikan yang lebih genting yang ia upayakan daripada sekedar membalasa pertanyaan “udah solat belum?” “udah makan belum?” –mu yang begitu-begitu saja haha. Maka dari itu, ia tidak ingin mengecewakan melalui insiden: dibacanya pesan tapi kok tidak dibalas.
(3)PRIVASI
Orang tipe ketiga ini menjawab, alasannya :”privasi”. Lah maksudnya? Ya privasi dong ngga boleh diumbar-umbar gimana sih kan privasi… haha. Privasi ya privasi. Privasinya dong mau menggunakan hak berwhatspp ini sesuka hati.
Bukankah non-aktif centang biru itu hak pengguna whatsapp? Jadi… kemerdekaan bagi setiap pengguna whatsapp di muka bumi untuk menggunakan fasilitas satu ini. Jadi ibarat mekanisme anatomi tubuh manusia, hal ini adalah sesuatu yang normal bukan? Lumrah saja hal ini bisa terjadi.. Lha wong fasilitasnya disediakan kok oleh whatsapp sendiri. Ibarat kita pergi ke pasar malam mau beli kembang gula atau terang bulan, bebas saja.. semua sah.
Nah, cekap semanten sekiranya beberapa alasan di balik mematikan centang biru yang bisa saya ulik melalui circle teman whatsapp saya. Tentu saja belum bisa digeneralisasi kepada semua orang, karena penelitian ini juga cukup terbatas. Namun, saya berharap kita bisa lebih bijak dan dewasa menghadapi fenomena centang dua biru ini.
🧐 SEMENTARA KOMENTAR DARI :
🗨️ Aa Gym Sebut Matikan Centang Biru WhatsApp Perbuatan Tercela, Ini Alasannya :Sebagaimana diketahui, centang biru Whatsapp adalah tanda pesan yang dikirim telah dibaca. Saat centang biru dimatikan maka pengirim tidak dapat mengetahui pesannya telah dibaca atau belum , Sehingga menimbulkan kesan seolah-olah pesan itu tidak terbaca oleh penerimanya. Menurut Aa Gym, tindakan ini sebagai sebuah kebohongan ‼️
II. PANDANGAN PSIKOLOG .
Kondisi Anak-anak kecil di seluruh dunia saat ini , senang bermain petak umpet 😂 , sesuatu yang sangat menarik bagi mereka untuk melarikan diri dari pandangan orang lain sehingga membuat dirinya "tidak terlihat".
Namun, Kebijaksanaan konvensional psikolog perkembangan dan orang tua
menyatakan anak-anak "bersembunyi" dengan menutupi mata mereka karena :
(1)anak-anak prasekolah tidak dapat membedakan perspektif mereka sendiri dari perspektif orang lain .
(2) anak-anak tidak dapat melampaui sudut pandang mereka sendiri, (3)anak-anak secara keliru berasumsi bahwa orang lain melihat dunia dengan cara yang sama seperti mereka sendiri.
(4) anak-anak menyamakan kurangnya penglihatan mereka dengan orang di sekitar mereka.
(5)Hasil dari Minds in Development Lab di USC saat anak-anak yang suka bersembunyi mencerminkan sifat egosentris mereka dan Tuntutan timbal balik anak-anak menunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak egosentris .
SESEORANG YANG MEMATIKAN CENTANG BIRU WHATSAPP MERUPAKAN CIRI CIRI ORANG :
(1) INTROVERT
Introvert selalu nggak ingin diketahui dunia. Eksistensi mereka biasanya selalu bersembunyi, jauh dari jangkauan manusia-manusia sosial. Introvert adalah pemalu dan sering bingung bagaimana caranya bersikap di keramaian.
(2) POLA PIKIR YANG TIDAK SEHAT ‼️
Merupakan tipe orang yang cenderung terlalu cepat panik dalam Memikirkan sesuatu saat membaca pesan whatsapp .
(3) Tipe orang suka PHP mulut manis || Bermuka dua.
Orang seperti ini secara inheren mendukung konsep "bermain keren", itulah sebabnya dirinya memutuskan untuk mematikan tanda terima bacanya di semua Whatsapp.
🧐 Menurut penulis pribadi tidak tertarik untuk mencoba mempermainkan seseorang dengan membiarkan mereka melihat bahwa saya telah membaca pesan mereka dan memilih untuk tidak menanggapi ‼️
(4) Tipe orang tertutup
Mengakibatkan orang berasumsi bahwa dengan anda dengan sengaja tidak menjawab, atau menyembunyikan sesuatu dengan menyimpan rahasia," sadarilah "Semakin Anda melakukannya, semakin buruk hasilnya; terhadap diri anda ‼️
(5) Tipe orang yang rentan terhadap tekanan emosional
(6) Tipe orang yang memiliki masalah dengan harga diri nya
(7) Tipe orang yang kurang memiliki kepercayaan dalam hubungan.
(8)Tipe orang yang mengalami gangguan mental romantisisasi
Apa itu romantisisasi gangguan mental?
Romantisisasi gangguan mental adalah kondisi gangguan mental yang digambarkan sebagai sesuatu yang estetik, glamor, dan lebih baik dibandingkan dengan kondisi yang sebenarnya. Kondisi ini kerap pula diartikan sebagai beautifully painful atau dengan kata lain anggapan bahwa memiliki gangguan mental adalah sesuatu yang menarik.
Namun hal terlucu bagi penulis ; depresi, Obsessive Compulsive Disorder (OCD), introvert, bipolar, dan gangguan kecemasan malah diinginkan dan banyak diromantisisasi oleh kaum milenial saat ini .
Stigma buruk ini tak boleh terus-terusan menjadi dasar estetika di masyarakat dan orang-orang yang didiagnosis secara profesional malah mengasingkan diri dan bersembunyi dari masyarakat.
Inilah Ciri-Ciri Seseorang yang Kerap Meromantisasi Gangguan Mental
(1)Dengan Mudah Menjustifikasi Perasaan Negatif sebagai Gangguan Mental.
(2)Kerap Menglorifikasi Gangguan Mental sebagai Hal yang Estetik.
(3)Menolak Upaya Healing dan Terus Merasa ‘Baik-Baik Saja’
💭 LALU, SIAPAKAH YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB TERKAIT HAL INI ❓
Media massa dan media sosial disebut-sebut memegang peranan besar dalam membentuk persepsi masyarakat tentang penyakit mental. Media sosial semakin aktif mengaburkan batas antara depresi yang asli dengan yang sekadar diromantisisasi. Media yang mulanya bertujuan menyebarkan informasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kesehatan mental, sekarang malah memancing audiensnya untuk meromantisisasi gangguan mental.
🗯️ Kita semua bertanggung jawab untuk menghentikan fenomena romantisisasi gangguan mental ini. Mari kita mulai dari diri sendiri untuk tak mudah mendramatisir kondisi mental. Pain doesn’t equate to pretty. Pain equates to pain. Please stop invalidating a real illness just because you want to be “on trend.” Please stop contributing to an already toxic stigma.
🗨️ PERTANYAAN PENULIS
(1) Apa pendapatmu tentang orang yang menonaktifkan centang biru pada WhatsApp , Mohon berikan Pandangan saudara ❓
✍️ NOTE DARI PENULIS 🧐
Menurut penulis sebagai Pakar perjodohan sebaiknya adalah hal bijak jika Anda tidak mematikan tanda terima telah dibaca WHATSAPP ‼️
Tahukah saudara Cara untuk Tahu Pesan WA Sudah Dibaca Meski Centang Biru Dimatikan ❓
Sejak 2014, WhatsApp meluncurkan fitur terbarunya yakni si centang biru dalam chat yang menandakan chat sudah dibaca.
Dulunya walaupun sudah menonaktifkan centang biru di 'Privacy', Voice Note (VN) masih bisa terlihat centang biru pada lawan bicara.
Akan tetapi, cara mengetahui pesan WA sudah dibaca atau tidak walaupun centang birunya dimatikan dengan VN tidak lagi efektif. Nah loh, terus bagaimana dong cara menyiasatinya?
Bisa dilakukan dengan trik ini karena di grup WA, walaupun centang birunya dimatikan, masih ada cara mengeceknya. Langkahnya sebagai berikut:
✓Buat Group WA dengan si calon penerima pesan
✓Kirimkan pesan
✓Setelah beberapa saat, klik titik tiga di pojok kanan atas, lalu pilih 'Info'
✓Kamu bisa melihat apakah dia sudah melihat pesan tersebut atau belum
Demikian cara mengetahui pesan WA sudah dibaca atau tidak walaupun centang birunya dimatikan. Meskipun butuh usaha lebih, tapi nampaknya masih layak untuk kamu yang butuh memastikan pesan WA kamu sudah dibaca oleh yang bersangkutan.
Tak cuma pesan biasa, cara ini juga berlaku untuk pengiriman voice note (VN) WhatsApp. Meskipun agak effort ya, tapi setidaknya masih oke buat dicoba.
💞 TERAPI KELUARGA ADALAH METODE YANG EFEKTIF UNTUK MEMECAHKAN MASALAH TERTENTU
PELAYANAN KONSELING
Berbeda Dengan Pelayanan Konseling Secara Umum, Karena Pelayanan Ini Bukan Hanya Menekankan Pada Penyembuhan Secara Fisik Saja Tetapi Pelayanan Yang Meyentuh Seluruh Aspek Kehidupan Manusia, Baik Secara Fisik, Jiwa Dan Roh/Spiritualnya.
PELAYANAN KONSELING
Menekankan Pada Pelayanan
Agar Manusia Saat Mengalami Sakit Dapat Memahami Rencana ALLAH Dalam Hidupnya, Dan Bahkan Mereka Dapat Menerima Rasa Sakit Sebagai Alat Bagi Perubahan Paradigma Dan Mampu Memperbaiki Perilaku Mereka Agar Mereka Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik Dan Lebih Sehat.
🗯️ 𝗣𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗠𝗮𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗣𝗿𝗶𝗯𝗮𝗱𝗶 || 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮 ?
𝗘𝗦𝗥𝗢𝗡 𝗞𝗢𝗡𝗦𝗘𝗟𝗢𝗥 𝗦𝗶𝗮𝗽 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝘁𝘂
𝗕𝗢𝗢𝗞 𝗢𝗡𝗟𝗜𝗡𝗘 𝗡𝗢𝗪 ❗
0852 1736 1142
💞 𝗝𝗢𝗜𝗡𝗧 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗘𝗥 𝗞𝗟𝗜𝗞 𝗟𝗜𝗡𝗞
📲https://wa.me/6285211999370