WAKTU TUHAN YANG TERBAIK SONG LIRIK BATAK TARULI DI TIKI NA
𝑻𝒆𝒓𝒊𝒎𝒂𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉 𝑻𝒖𝒉𝒂𝒏, 𝑨𝒕𝒂𝒔 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏𝑴𝒖 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒖𝒅𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒘𝒂𝒃 𝒅𝒐𝒂 𝒅𝒐𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒌𝒖 𝒏𝒂𝒊𝒌𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝑯𝒂𝒅𝒊𝒓𝒂𝒕 𝑴𝒖, 𝒔𝒂𝒕𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒔𝒂𝒕𝒖 𝑬𝒏𝒈𝒌𝒂𝒖 𝑱𝒂𝒘𝒂𝒃, 𝑺𝒆𝒔𝒖𝒂𝒊 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 𝑴𝒖, 𝑨𝒋𝒂𝒊𝒃 𝑲𝒂𝒖 𝑻𝑼𝑯𝑨𝑵 𝒀𝑬𝑺𝑼𝑺 , 𝑩𝒂𝒑𝒂 𝑹𝒐𝒉 𝑲𝒖𝒅𝒖𝒔 𝑺𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕𝒌𝒖
" 𝐓𝐀𝐑𝐔𝐋𝐈 𝐃𝐈 𝐓𝐈𝐊𝐈𝐍𝐀 𝐃𝐄𝐁𝐀𝐓𝐀"
Cipt : Hendry Manullang
Voc : Bulan Panjaitan
Produksi : Bulan Tua Record
𝘝𝘌𝘙𝘚𝘌 1
Marlaba do au
( Berati nya aku )
Nahea Bagas Makkaholongi ho
(Yang Pernah Dalam Menyayangimu )
Di Sude Tikki ku Saluhut Holong
( Disemua waktu & Semua Kasih)
Nadirohakkon
(Yang dihatiku)
Nungnga Hea Hu Lehoni Tuho
( Yang Pernah Kuberikan padamu)
𝘝𝘌𝘙𝘚𝘌 2
Sahat tu Sadarion
(Sampai hari ini)
Ias ni Roha do Hupillit Dalan
(Kebahagiaan hatiku pilih untuk)
Makkaholonginho
(Mengasihimu)
Datung so Malengleng Rohakki
(Bukan nya hancur hatiku)
Marningot Parsirangan
(Mengingat Perpisahan)
Pos Rohaki on do dalan
(Hatiku Percaya Untuk semua JalanNya
Nadumenggan.
(Yang Terbaik)
𝘊𝘏𝘖𝘙𝘜𝘚 1
Jala porsea do au
(Dan Aku percaya)
Sude Taruli di Tikkina
(Semua indah pada WaktuNya)
Soala Gogo Natarpatupa
(Bukan karena Kekuatanku Yang terjadi)
Manang si ahut Lomoni roha
( Atau suka hatiku)
𝘊𝘏𝘖𝘙𝘜𝘚 2
Dang Nasoboi marholso
(Bukannya tidak menyesal)
Naeng do tong hu Halungunton
(Maunya terkadang kusesali)
Alai tu Tuhani do Hupasahat
(Tapi pada Tuhan semua ku sampaikan)
Nasa Nadingolukkon.
(Apa yang terjadi dihidupku)
🅡🅔🅥🅘🅔🅦 🅜🅐🅚🅝🅐 🅛🅐🅖🅤 🅓🅘 🅐🅣🅐🅢 ☝️
Terkadang sebuah lagu menjadi terkenal bukan hanya karena musiknya, tetapi juga cerita di baliknya. Selalu ada kisah yang bisa dibahas di balik lagu ‘Taruli di Tikkina’. Entah itu pengalaman pribadi atau cerita dari orang lain.
Jika dilihat dari lirik, lagu ini berkisah tentang percintaan dengan sepasang kekasih yang menjalin hubungan serius, walaupun diujung percintaan itu terjadi perpisahan, sementara selama menjalani hubungan semua dilakukan demi kebahagiaan pasangannya.
Kepada redaksi jelajahnews.id, Minggu (20/3/2022) malam, Bulan Panjaitan menceritakan kisah unik dibalik lagu yang baru saja ia dirilis.
Awalnya, cerita lagu ini Bulan sedang curhat dengan sang penciptanya Hendry Manullang. Dimana suatu ketika (saat itu) Bulan punya pasangan, tetapi hubungan kedua sejoli itu sedang tidak baik-baik saja.
Namun, terhadap pasangannya Bulan melakukan segalanya untuk dia, dan apapun permintaannya semua dituruti demi membahagiakan kekasihnya.
Perjalanan cinta kedua pasangan ini, tak kala mereka sering bertengkar dan usai itu pasangannya justru curhat di sosmed dengan cara mempermalukan dirinya. Kendati begitu Bulan tak pernah membalaskannya.
“Tapi setiap kami bertengkar
dia selalu mempermalukan aku di sosmed dan mencemarkan nama baik nya. Tapi puji Tuhan aku tidak pernah membalasnya,” ujarnya bercerita.
Disamping itu, karena selama ini apa yang Bulan lakukan terhadap pasangannya selalu diberikan untuk dia.
Semua diberikan dengan tulus dan ikhlas tanpa ada unsur paksaan, bahkan tidak berharap untuk di balas kembali oleh kekasihnya.
Alhasil, Bulan pun mengakhiri hubungan itu tanpa meminta sesuatu apa pun yang sudah pernah diberikan untuk pasangannya. Saat hubungan mereka berakhir, pria yang ia cintai itu tidak pernah terima dia ditinggalkan.
“Sekalipun dia tidak terima,
tapi aku tetap melepaskannya karena aku berpikir ini adalah jalan yang terbaik bagi kami berdua,” ujarnya.
Kemudian, setelah hubungan mereka berakhir dan sudah resmi tak lagi punya hubungan apa-apa, Bulan pun menyakini bahwa rejeki, jodoh dan maut sudah diatur oleh Tuhan. Bukan hanya itu, Bulan pun percaya bahwa ;
"𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘈𝘬𝘢𝘯 𝘐𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘗𝘢𝘥𝘢 𝘞𝘢𝘬𝘵𝘶𝘕𝘺𝘢"
“𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶, 𝘥𝘢𝘯
𝘋𝘦𝘮𝘪𝘬𝘪𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶, 𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘗𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢
𝘙𝘦𝘫𝘦𝘬𝘪 ; 𝘑𝘰𝘥𝘰𝘩 ; 𝘔𝘢𝘶𝘵 ; 𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘢𝘵𝘶𝘳 𝘖𝘭𝘦𝘩 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯
𝐷𝑎𝑛 𝐴𝑘𝑢 𝑃𝑒𝑟𝑐𝑎𝑦𝑎 𝑆𝑒𝑚𝑢𝑎 𝐴𝑘𝑎𝑛 𝐼𝑛𝑑𝑎ℎ 𝑃𝑎𝑑𝑎 𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢𝑁𝑦𝑎
𝑆𝑒ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑇𝑢ℎ𝑎𝑛, 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟𝑖 𝐽𝑜𝑑𝑜ℎ 𝑌𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑒𝑟𝑏𝑎𝑖𝑘